Rabu, 30 Oktober 2019

HILANGNYA KEPEKAAN TERHADAP BUDAYA SOSIAL


   Manusia selain sebagai makhluk individu, manusia juga disebut sebagai makhluk sosial. artinya manusia memiliki sumber kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam berkehidupan dengan sesama manusia lain, selanjutnya interaksi ini berbentuk kelompok. kemampuan dan kebiasaan manusia berkelompok ini disebut juga dengan zoon politicun.

  Namun seiring berjalannya arus, rasa sosial makin minim dikalangan masyarakat mereka akan mengeluarkan rasa sosial jika adanya materi, bahkan sudah berani saling memandang sebelah mata di kalangannya sungguh tak disangka era sekarang kebaikan harus dipandang dulu, kepekaan yang ada dalam diri manusia sekarang sudahlah tiada. dalam ajaran Nabi manusia diajarkan untuk mempunyai rasa kepedulian yaitu sifat tolong menolong harus melekat dimiliki pada diri manusia tanpa harus mengharapkan imbalan.
   
   Memang tidak ada yang tidak berubah didunia ini kecuali perubahan itu sendiri. semua bidang mengalami perubahan. fenomena perubahan tak jarang menimbulkan situasi dilematik bagi kehidupan masyarakat antara perspektif negatif dan positif terhadap perubahan tersebut. perspektif negatif memandang perubahan adalah sesuatu yang abnormal (krisis, siksaan, traumatis dan perubahan dianggap sebagai "goncangan masa depan"). Sedangkan perspektif positif memandang bahwa perubahan sebagai suatu keharusan karena perubahan akan melahirkan kemajuan. Wilbert moore (dalam Suparlan Al Hakim, 2015: 105) menegaskan perubahan sosial sebagai perubahan penting dari struktur sosial, yang mencangkup pola-pola perilaku dan interaksi sosial, yang meliputi norma, nilai dan fenomena kultural. banyak yang tak menyadari di era sekarang, bahwa dunia ini begitu tak terasa mengalami perubahan, baik perubahan tentang tata pengelolaan pemerintahan atau hal-hal yang menyangkut kehidupan bangsa dan bernegara.

     Tak dapat dipungkiri kemajuan teknologi komunikasi membuat perubahan begitu cepat. Kemajuan dalam bidang komunikasi mampu memberi pengaruh besar terhadap kehidupan yang lain. Kondisi saat ini dengan didukung pesat dan canggihnya kemajuan teknologi komunikasi dan industri, memudahkan masuknya budaya luar yang berpengaruh besar terjadinya pergeseran budaya lokal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. dunia maya adalah salah satu contoh media pentransferan budaya luar ke dalam negeri. sebagai warga masyarakat tentu kita harus peka dalam menyambut  baik budaya luar sifat positif dan mendukung proses perubahan sosial kearah yang lebih baik. namun apabila sebaliknya budaya luar tersebut bertolak belakang dan bertentangan dengan norma-norma falsafah atau pedoman hidup bangsa yaitu Pancasila. perilaku yang sedang dirasakan pemuda saat ini lebih mengedepankan budaya luar ketimbang budaya sendiri. mulai timbul fenomena gaya hidup fashion yang serba kebarat-baratan. Bahkan mereka sudah meyakini bahwa gaya hidup ini (asing) adalah suatu tren yang mau tak mau harus mereka ikuti kalau tidak mau dibilang ketinggalan zaman. Mulai dari yang kecil, dewasa hingga yang tua mereka menganggap budaya luar sebagai ukuran tingkat kemajuan atau modern. Mulailah hilangnya sedikit demi sedikit rasa memiliki, rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya lokal dan nasional.

    Sistem pendidikan juga sangat penting sebagai sarana dan tumpuan pembelajaran yang mempunyai peran menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam hal pemikiran, keterampilan dan moral. Terciptanya rasa sosial terhadap sesama pada tingkat kedua selain dilingkungan itu sendiri  bermula dari suatu bangku pendidikan. Penyadaran rasa sosial di sistem pendidikan sangatlah penting karena itu, dalam implementasi kurikulum pendidikan untuk masalah kebudayaan sosial jangan dianggap remeh. Sistem sosial budaya Indonesia merupakan nilai, tata sosial dan tata perilaku manusia Indonesia yang mampu mewujudkan pandangan hidup dan falsafah negara pancasila di segala sudut kehidupan berbangsa dan bernegara.   







Memahami Ejaan, Ragam, Istilah dan Kata dalam Bahasa Indonesia

  -EJAAN BAHASA INDONESIA

  Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi bahasa atau penggambaran bunyi bahasa (kata,kalimat,dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai maknanya. dalam KBBI V ; Ejaan adalah kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Ada banyak ejaan seperti: ejaan etimologis; ejaan fenomis; ejaan fenotis;ejaan melindo; ejaan pembaharuan; ejaan republik; ejaan suwandi; ejaan van ophuysen; ejaan wilkinson; ejaan yang disempurnakan (EYD).

-RAGAM BAHASA INDONESIA 

Ragam bahasa adalah varian dari bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan varian dialek sesuai dengan pengguna.Variasi mungkin termasuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa standar itu sendiri.

-ISTILAH DAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA 

 Kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi, dan mempunyai satu arti. Kata dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia diambil dari bahasa sanskerta yaitu 'khata' yang berati konversasi, bahasa, cerita atau dongeng. kemudian 'khata' mengalami penyempitan arti semantis menjadi kata, dalam (KBBI V) (2016) : Unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa. 

Memahami Secara Singkat Bahasa Indonesia

-Sejarah Singkat Bahasa Indonesia
 Sejarah bahasa indonesia lahir pada tanggal 28 oktober 1928 pas di hari sumpah pemuda pada waktu itu. Pada tanggal 28 oktober 1928, para pemuda dan pelajar mengikrarkan Sumpah Pemuda. Naskah Putusan Kongres Pemuda tahun 1928 itu berisi tiga butir kebulatan tekad sebagai berikut contohnya:
“Pertama: Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bahasa Indonesia. Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjujung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”
 Berdasarkan putusan kongres pemuda di atas tergambar begitu tingginya Nasionalisme kaum muda dan pelajar pada masa itu untuk mengangkat derajat dan martabat bahasa Indonesiadi Nusantara, tanpa paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun. Kaum muda dan pelajar begitu bekobarnya semangat memperjuangkan kemerdekaan dan pengakuan bahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia di mata dunia.
Dahulu bahasa indonesia juga lahir dari bahan bahasa melayu yang kemudian diserap perlahan-lahan hingga lahirlah bahasa indonesia.

 -Kedudukan bahasa indonesia 
  Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, sebagai bahasa nasional yang menjadikan lambang kebanggaan kebangsaan serta menjadikan identitas sebagai warga negara republik indonesia.

-Fungsi bahasa indonesia 
  Ada tiga fungsi dalam bahasa indonesia 
1. Bahasa sebagai ekspresi diri 
2. Bahasa sebagai alat berfikir 
3. Bahasa sebagai alat komunikasi
uraian;
1. Bahasa sebagai ekspresi diri 
   Bahasa berfungsi menuangkan ekspresi suatu keadaan atau kondisi diri manusia secara langsung (lisan) maupun tidak langsung (tulisan) berupa perasaan dan aspirasi. contoh: percakapan, puisi.
2. Bahasa sebagai alat komunikasi 
   Bahasa berguna untuk merumuskan sebuah pemikiran, Bahasa terdiri dari satuan tata bahasa (gramatika) yang mengorganisir kata-kata menjadi susuna yang berma'na.
3. Bahasa sebagai alat komunikasi 
   Bahasa sudah tak asing digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat pemahaman dalam bahasa tubuh manusia.