Manusia selain sebagai makhluk individu, manusia juga disebut sebagai makhluk sosial. artinya manusia memiliki sumber kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam berkehidupan dengan sesama manusia lain, selanjutnya interaksi ini berbentuk kelompok. kemampuan dan kebiasaan manusia berkelompok ini disebut juga dengan zoon politicun.
Namun seiring berjalannya arus, rasa sosial makin minim dikalangan masyarakat mereka akan mengeluarkan rasa sosial jika adanya materi, bahkan sudah berani saling memandang sebelah mata di kalangannya sungguh tak disangka era sekarang kebaikan harus dipandang dulu, kepekaan yang ada dalam diri manusia sekarang sudahlah tiada. dalam ajaran Nabi manusia diajarkan untuk mempunyai rasa kepedulian yaitu sifat tolong menolong harus melekat dimiliki pada diri manusia tanpa harus mengharapkan imbalan.
Memang tidak ada yang tidak berubah didunia ini kecuali perubahan itu sendiri. semua bidang mengalami perubahan. fenomena perubahan tak jarang menimbulkan situasi dilematik bagi kehidupan masyarakat antara perspektif negatif dan positif terhadap perubahan tersebut. perspektif negatif memandang perubahan adalah sesuatu yang abnormal (krisis, siksaan, traumatis dan perubahan dianggap sebagai "goncangan masa depan"). Sedangkan perspektif positif memandang bahwa perubahan sebagai suatu keharusan karena perubahan akan melahirkan kemajuan. Wilbert moore (dalam Suparlan Al Hakim, 2015: 105) menegaskan perubahan sosial sebagai perubahan penting dari struktur sosial, yang mencangkup pola-pola perilaku dan interaksi sosial, yang meliputi norma, nilai dan fenomena kultural. banyak yang tak menyadari di era sekarang, bahwa dunia ini begitu tak terasa mengalami perubahan, baik perubahan tentang tata pengelolaan pemerintahan atau hal-hal yang menyangkut kehidupan bangsa dan bernegara.
Tak dapat dipungkiri kemajuan teknologi komunikasi membuat perubahan begitu cepat. Kemajuan dalam bidang komunikasi mampu memberi pengaruh besar terhadap kehidupan yang lain. Kondisi saat ini dengan didukung pesat dan canggihnya kemajuan teknologi komunikasi dan industri, memudahkan masuknya budaya luar yang berpengaruh besar terjadinya pergeseran budaya lokal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. dunia maya adalah salah satu contoh media pentransferan budaya luar ke dalam negeri. sebagai warga masyarakat tentu kita harus peka dalam menyambut baik budaya luar sifat positif dan mendukung proses perubahan sosial kearah yang lebih baik. namun apabila sebaliknya budaya luar tersebut bertolak belakang dan bertentangan dengan norma-norma falsafah atau pedoman hidup bangsa yaitu Pancasila. perilaku yang sedang dirasakan pemuda saat ini lebih mengedepankan budaya luar ketimbang budaya sendiri. mulai timbul fenomena gaya hidup fashion yang serba kebarat-baratan. Bahkan mereka sudah meyakini bahwa gaya hidup ini (asing) adalah suatu tren yang mau tak mau harus mereka ikuti kalau tidak mau dibilang ketinggalan zaman. Mulai dari yang kecil, dewasa hingga yang tua mereka menganggap budaya luar sebagai ukuran tingkat kemajuan atau modern. Mulailah hilangnya sedikit demi sedikit rasa memiliki, rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya lokal dan nasional.
Sistem pendidikan juga sangat penting sebagai sarana dan tumpuan pembelajaran yang mempunyai peran menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam hal pemikiran, keterampilan dan moral. Terciptanya rasa sosial terhadap sesama pada tingkat kedua selain dilingkungan itu sendiri bermula dari suatu bangku pendidikan. Penyadaran rasa sosial di sistem pendidikan sangatlah penting karena itu, dalam implementasi kurikulum pendidikan untuk masalah kebudayaan sosial jangan dianggap remeh. Sistem sosial budaya Indonesia merupakan nilai, tata sosial dan tata perilaku manusia Indonesia yang mampu mewujudkan pandangan hidup dan falsafah negara pancasila di segala sudut kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar