Fenomena yang terjadi bahkan sering sekali menjadi ancaman bagi manusia, merupakan istilah dari pada kata bencana. bencana menjadi salah satu langkah manusia untuk lebih memerhatikan sekitarnya. Alih-alih mengatasnamakan sebuah pembangunan dengan alasan demi kemajuan teknologi, namun melupakan aspek ekologi yang jauh lebih urgen dari sekedar tuntutan ekonomi dan adaptasi sosial. Hal ini mengganggu kelangsungan hidup manusia akibat dari bencana.
Catatan ini lahir dari perkuliahan Manajemen Bencana yang diampu oleh Ibu Anggi Yus Susilowati, M.Si. Catatan ini setidaknya menjelaskan mengenai pokok bahasan bencana dan perspektifnya.
- Definisi Bencana
- Macam-macam Perspektif Bencana
a. Perspektif ilmu konvensional
Menyatakan bahwa bencana merupakan bagian dari takdir/musibah dan manusia sebagai korban, serta anggapan bahwa bencana tidak dapat diprediksi atau dihindari.
b. Perspektif Ilmu Pengetahuan Alam
Menyatakan bahwa segala sesuatunya fenomena yang mengancam kehidupan manusia adalah murni disebabkan karena faktor alam, manusia tidak dihitung sebagai penyebab kejadian-kejadian yang terjadi dan mengancam peradaban manusia.
c. Perspektif ilmu terapan
Menyatakan bahwa berdasarkan besarnya ketahanan/tingkat bencana itu sendiri karena sudah menjadi bagian dari kehidupan. Cara pandang ini dilatar belakangi oleh ilmu-ilmu teknik sipil yang menunjang adanya ketahanan bencana pada infrastruktur disuatu wilayah yang mempunyai kerentanan terhadap bencana.
d. Perspektif progresif
Menyatakan bahwa bencana merupakan hal biasa tidak pernah berhenti ,yang ditimbulkan karena pembangunan. Peran pemerintah dan masyarakat dalam manajemen bencana ialah mengenali bencana itu sendiri
e. Perspektif sosial
Menyatakan bahwa tanggapan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bahaya, jadi menjadi tolak ukur dari bencana itu sendiri. Bahaya merupakan fenomena alam namun bencana bukanlah alami. Misal letusan gunung ciremai terdapat 3 wilayah yang terdampak, mungkin besar kecilnya dampak dapat berbeda padahal masih satu bencana yang sama.
f. Perspektif holistik
Menyatakan bahwa bencana menganalisis bahaya dan resiko. Gejala alam merupakan ancaman jika masyarakat mendapatkan dampak ke masyarakat dan harta benda.
- Konsep Resiko, Ancaman, Kerentanan, dan Kapasitas
a. Resiko (risk)
- Konsep Resiko, Ancaman, Kerentanan, dan Kapasitas
Resiko merupakan potensi kerugian yang dialami manusia jika terjadi suatu bencana.
Merupakan suatu kondisi bahwa bahaya menimbulkan potensi bencana, namun setiap bahaya belum tentu bencana. Bahaya mempunyai beberapa macam berdasarkan sumber dan tingkat bencana.
Macam-macam ancaman sebagai berikut;
a) Berdasarkan Sumber Bahaya
1. Natural hazard merupakan bahaya bersumber asli dari fenomena alam.
2. Man made hazard merupakan bahaya yang ditimbulkan oleh manusia. Contoh: Limbah/sampah/perang.
3. Social hazard merupakan bahaya yang di akibatkan dari tindakan manusia yang antisocial seperti bom bunuh diri.
b) Berdasarkan Tingkat Ancaman
1. Main hazard (potensi bahaya utama) seperti gempa bumi, longsor, dan banjir.
2. Collecteral hazard (potensi bahaya lanjutan) seperti kerusakan lingkungan yang diakibatkan dampak lanjutan oleh bahaya utama.
Berbicara mengenai bencana yang di timbulkan maka akan ada kerentanan yang di alami oleh manusia.
c. Kerentanan (vulnerability)
Merupakan kondisi ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Adapun faktor-faktornya adalah sebagai berikut
- Physical vulnerability, meliputi prasarana dasar, kontruksi, dan bangunan.
- Economic vulnerability, meliputi kemiskinan, pendapatan, nutrisi.
- Social vulnerability, meliputi pendidikan, kesehatan, politik, hukum, dan kelembagaan.
- Environtmental vulnerability, meliputi tanah, air, hujan, dan lautan.
- Policy vulnerability, adanya kebijakan yang tidak memperhatikan PRB (Pengurangan Resiko Bencana).
Merupakan sumber daya atau kekuatan yang dimiliki masyarakat dan lingkungan untuk memungkinkan dalam mencegah.
1. Kapasitas sosial bagaimana membentuk untuk mengorganisir, pembentukan kelompok.
2. Kapasitas kelembagaan yaitu kemampuan kolektif masyarakat dalam bentuk ikatan formal maupun non-formal dalam suatu sistem yang terorganisir dalam pengambilan keputusan sebuah pencegahan apabila terjadi bencana.
3. Kapasitas fisik yaitu kemampuan untuk memperoleh barang atau benda yang dibutuhkan untuk mencegah bahkan menanggulangi bencana.
4. Kapasitas ekonomi kemampuan masyarakat dalam menggunakan sumber daya ekonomi dalam mencegah suatu bencana.
Jenis-jenis bencana
Uu no 24 thn 2007;
1. Bencana alam, diakibatkan oleh alam banjir, gunung meletus, tsunami, dan gempa.
2. Non alam, diakibatkan oleh sebab tangan manusia seperti limbah sampah atau racun.
3. anti sosial, diakibatkan oleh bom bunuh diri
Contoh
Gempa bumi merupakan pergerakan kulit bumi yang kecil untuk bisa diprediksi. Ada juga gempa bumi yang di hasilkan karena letusan gunung yaitu gempa bumi vulkanik dan tektonik. Dampak nya bisa di rasakan langsung oleh yang terdampak sepeti kerusakan dan memakan jiwa.
Gunung berapi merupakan hasil dari letusan gunung besar kemungkinan dapat di prediksi. Bahaya yang dihasilkan secara langsung melalui aliran lava, abu panas, lahar letusan, dan gas beracun. Tidak langsung merupakan lahar dingin dan longsoran gunung api.
Khaerul Anam Almusafa
1908305063
10-Oktober-2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar