Kamis, 27 Oktober 2022

PART 3 : KONSEP MANAJEMEN RISIKO SERTA SIKLUS MANAJEMENNYA

 

Manajemen bencana

Manajemen bencana (disaster risk management) sering juga disebut sebagai pengelolaan risiko. Dalam dunia ekonomi ilmu ini sudah digunakan sejak lama, karena manajemen risiko hadir akibat adanya kondisi yang tidak pasti. Misalnya dalam ekonomi dan keuangan adanya risiko karyawan, risiko legal, risiko pasar, dan apapun yang berkaitan (Hanafi, 2016).

     A. Konsep manajemen risiko

konsep manajemen risiko bisa diartikan sebagai dasar pendekatan dan proses-proses manajemen seperti ketidakpastian/penilaian terhadap kemungkinan terjadinya bencana. UN SPIDER (n.d.) mengartikan aplikasi dari kebijakan pengurangan risiko bencana dan strategi untuk melakukan pencegahan adanya potensi bencana, mengurangi bahaya yang ada, dan mengurangi kerugian.

Dengan demikian konsep pengelolaan risiko bencana memiliki proses sebagai berikut.

a. Penilaian risiko

b. Pengelolaan risiko

c. Komunikasi risiko. 

B. Perkembangan manajemen bencana

1.       Sebelum Modern

Upaya untuk mengurangi dan menghindari bencana telah dilakukan oleh manusia. salah satu bencana dahsyat berupa banjir pada masa Nabi Nuh A.S, apa yang dilakukan oleh Nabi Nuh kepada manusia dalam menghimbau dengan menggunakan proses pengelolaan/pendekatan decision analysis sebelum adanya bencana pada masa itu.

2.       Masa Modern

Sudibyakto dkk (2017) mengelompokkan lima model manajemen bencana sebagai berikut

1. Disaster management continum model

model ini terdiri dari tahap-tahap seperti emergency, relief, rehabilitation, reconstruction, mitigation, preparedness, and early warning.

2. Pre-during-post disaster model

Model ini membagi tahapan kegiatan di sekitar bencana seperti yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan setelah bencana.

3. Contract expand model

Model ini menegaskan daripada model yang pertama hanya saja saat pada kondisi bencana dan tidak bencana tahap yang lebih dikembangkan ialah pada emergency dan relief.

4. The Crunh and release model

Model ini menekankan upaya mengurangi kerentanan untuk mengatasi bencana.

5. Disaster risk reduction framework

Model ini lebih menekankan pada upaya identifikasi risiko bencana baik dalam bentuk kerentanan maupun ancaman dan mengembangkan kapasitas untuk mengurangi risiko tersebut.

C.  Siklus manajemen bencana





 secara umum siklus di atas memperlihatkan kegiatan penanggulangan bencana yang dilakukan melalui empat tahapan yaitu tahap pencegahan, tahap peringanan, tahap kesiapsiagaan, dan tahap darurat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar