Selasa, 08 November 2022

Part 4 : TAHAPAN PENGELOLAAN BENCANA

 TAHAPAN PENGELOLAAN BENCANA

Pengelolaan bencana adalah sebuah proses yang terus menerus dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha, dan· masyarakat untuk merencanakan dan mengurangi pengaruh bencana, mengambil tindakan segera setelah bencana terjadi, clan mengambil langkah-langah untuk pemulihan (Susanto, 2006:10).

Hal ini merupakan proses penting untuk menyikapi pengambilan tindakan dan penyelesaian pascabencana. Oleh karena itu, proses lintas sektoral yang terintegrasi clan berkelanjutan dalan1rangka mencegah dan mengurangi akibat bencana meliputi mitigasi, kewaspadaan, tanggapan terhadap bencana, serta upaya pemulihan (Warto, 2002:23).

pengelolaan bencana yang meliputi beberapa hal berikut.

l. Perencanaan (Planning)

tahapan ini meliputi a). Identifikasi masalah bencana, sasaran, tujuan pengelolaan bencana secara khusus, b). pengumpulan data primer dan data sekunder, c). penentuan metode, d). investigasi, analisis, dan kajian, e). penentuan solusi.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian merupakan pengaturan dalam pembagian tugas dan fungsi pihak-pihak yang berkewajiban untuk dilaksanakan pengelolaan bencana.

3. Kepemimpinan (Leadership)

Proses kepemimpinan, bimbingan, pembinaan, pengarahan, reward and punishment, dan motivasi dalam pengelolaan bencana mempunyai peran vital karena akan n1emengaruhi sen1ua aspek tingkatan yang melaksanakan pengelolaan. Faktor lain yang membedakan pengelolaan bencana dengan pengelolaan yang lain, yaitu siklus atau tahapan-tahapan bencana yang dinilai berdasarkan kondisinya. Sisten1 kepemimpinan dalam upaya pengelolaan dapat ine1nbuat perubahan sistem dan proses pengelolaan apabila pemimpin lembaga dapat mengontrol SDM dengan baik dan membuat mereka dapat bekerja dengan efektif dan efisien sehingga hasil dari pengelolaan bencana akan menjadi lebih baik.

4. Pengoordinasian  (Coordinating)

Koordinasi adalah upaya menghubungkan tindakan antarsetiap  sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan. Koordinasi dapat bersifat horizontal maupun vertikal. Koordinasi horizontal dilakukan antarbagian yang mempunyai kedudukan setara, sedangkan koordinasi vertikal dilal<ukan antarbagian yang satu dengan bagian di atas atau di bawahnya sesuai dengan struktur yang ada.

5.  Pengendalian (Controlling)

Pengendalian merupakan i:paya kontroL pengawasan, clan evaluasi terhadap sumber  daya  manusia  (DM),  organisasi  serta  hasil  kegia tan  yang  telah

6.   Pengawasan (Supervising)

Pengawasan dilakukan untuk memastikan SOM bekerja dengan benar dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Pengawasan juga berfungsi memastikan suatu proses dapat berjalan dengan semestinya dan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan tujuan, target, dan sasaran.

7. Penganggaran (Budgeting)

Di dalam pengelolaan bencana, penganggaran merupakan suatu hal penting. Pengelolaan bencana membutuhkan penganggaran yang tepat untuk setiap tahap dan menjadi salah satu faktor utama suksesnya suatu proses pelaksanaan baik dalam kondisi normal maupun kondisi darurat bencana yang meliputi penganggaran, perencanaan, kontruksi, operasi, dan pemeliharaan infrastruktur kebencanaan yang telah ada.

8. Keuangan (Financing)

Awai dari perencanaan finansial adalah proses penganggaran ketika tugas pokok dan fungsi dari tiap-tiap kegiatan institusi atau organisasi telah ter­ identifikasi, langkah  selanjutnya  adalah  menentukan  program  kerja, per­hitungan biaya dan manfaat, serta analisis risiko dan kesuksesan dari hasil kegiatan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar