Senin, 14 November 2022

Part 9 : KOMUNIKASI RISIKO

KOMUNIKASI RISIKO

sumber jpg : google
Beberapa upaya dalam memberikan informasi terkait pengetahuan tentang risiko yang terjadi akibat bencana, seperti kampanye serta upaya persuasif dalam mengurangi dampak bencana. Komunikasi risiko menjawab persoalan tersebut guna mengingatkan dan meningkatkan kesadaran maupun pengetahuan yang dimiliki masyarakat. Tahap ini merupakan tahap lanjutan dalam konsep penilaian risiko dan manajemen risiko bencana.

KONSEP KOMUNIKASI RISIKO

Komunikasi secara umum dapat kita artikan sebagai proses penyampaian pesan/informasi antara sumber dengan penerima yang berisikan memberitahu mengenai sesuatu, baik secara langsung maupun tidak langsung (Heath & O’Hair, 2009). Sedangkan risiko pendefinisian dari hasil ketidakpastian, baik berupa peluang maupun ancaman positif dan negatif dari suatu kejadian (Adiyoga, 2015).

Menurut Covello (1989) Komunikasi Risiko merupakan bertukarnya informasi antara satu dengan yang lainnya dalam memberikan informasi berupa pengetahuan, tanggapan, sikap, dan tingkah laku yang berkaitan dengan risiko.

TEORI KOMUNIKASI RESIKO

Teori atau pendekatan dalam komunikasi resiko terdiri dari beberapa jenis. Sebagai berikut: (a) Risk Perception konsep ini menggarisbawahi perbedaan antara pemikiran para ahli dengan pemikiran masyarakat umum. Menurut teoti ini, pemikiran masyarakat umum mengenai kebencanaan berupa penilaian terhadap ketidakpastian dan melibatkan emosi. (b) Komunikasi Persuasi, efektivitas komunikasi persuasi ditentukan oleh sumber-sumber yang kredibel, pesan yang jelas, ketepatan media dan juga sasaran yang tepat.

TUJUAN KOMUNIKASI RESIKO

Tujuan dari komunikasi resiko antara lain: meningkatkan kesadaran masyarakat,

meningkatkan perilaku untuk menanggulangi bencana, informasi proses dan mekanisme pengambilan kebijakan, promosi keterlibatan stakeholder, serta membangun mutual trust antara Individu-kelompok dengan yang lain.

Dari tujuan tersebut dapat dipahami bahwa inti dari komunikasi risiko adalah sebagai proses transfer informasi kebencanaan dan berjejaring dalam upaya menanggulangi bencana. Komunikasi risiko dilapangan, bisa dengan menyampaikan hasil-hasil penilaian kerentanan sehingga munculnya kesadaran masyarakat bahwa bencana bukan hanya tanggung jawab perorangan, melainkan semua elemen perorangan yang dihimpun.

PRINSIP KOMUNIKASI RISIKO

Badan Kesehatan Dunia (WHO, 2005) mengidentifikasi prinsip-prinsip dari komunikasi risiko sebagai berikut.

a. Mengetahui Target Audiens (Penerima Pesan)

b. Pemilihan Jenis Media

C. Melibatkan Keahlian Tertentu di Bidang Komunikasi

d. Memanfaatkan Sumber Informasi yang Kreadibel

e. Melakukan “Sharing” Tanggung jawab

f. Membedakan Antara “Science” dan “Value Judgement”, dan;

g. Menjamin Transparansi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar