KOMUNIKASI RISIKO
KONSEP KOMUNIKASI RISIKO
Komunikasi secara umum
dapat kita artikan sebagai proses penyampaian pesan/informasi antara sumber dengan
penerima yang berisikan memberitahu mengenai sesuatu, baik secara langsung
maupun tidak langsung (Heath & O’Hair, 2009). Sedangkan risiko pendefinisian
dari hasil ketidakpastian, baik berupa peluang maupun ancaman positif dan
negatif dari suatu kejadian (Adiyoga, 2015).
Menurut Covello (1989)
Komunikasi Risiko merupakan bertukarnya informasi antara satu dengan yang
lainnya dalam memberikan informasi berupa pengetahuan, tanggapan, sikap, dan tingkah
laku yang berkaitan dengan risiko.
TEORI KOMUNIKASI RESIKO
Teori atau pendekatan
dalam komunikasi resiko terdiri dari beberapa jenis. Sebagai berikut: (a) Risk
Perception konsep ini menggarisbawahi perbedaan antara pemikiran para ahli
dengan pemikiran masyarakat umum. Menurut teoti ini, pemikiran masyarakat umum
mengenai kebencanaan berupa penilaian terhadap ketidakpastian dan melibatkan
emosi. (b) Komunikasi Persuasi, efektivitas komunikasi persuasi ditentukan oleh
sumber-sumber yang kredibel, pesan yang jelas, ketepatan media dan juga sasaran
yang tepat.
TUJUAN KOMUNIKASI RESIKO
Tujuan dari komunikasi
resiko antara lain: meningkatkan kesadaran masyarakat,
meningkatkan perilaku
untuk menanggulangi bencana, informasi proses dan mekanisme pengambilan
kebijakan, promosi keterlibatan stakeholder, serta membangun mutual trust
antara Individu-kelompok dengan yang lain.
Dari tujuan tersebut
dapat dipahami bahwa inti dari komunikasi risiko adalah sebagai proses transfer
informasi kebencanaan dan berjejaring dalam upaya menanggulangi bencana.
Komunikasi risiko dilapangan, bisa dengan menyampaikan hasil-hasil penilaian
kerentanan sehingga munculnya kesadaran masyarakat bahwa bencana bukan hanya
tanggung jawab perorangan, melainkan semua elemen perorangan yang dihimpun.
PRINSIP KOMUNIKASI RISIKO
Badan Kesehatan Dunia
(WHO, 2005) mengidentifikasi prinsip-prinsip dari komunikasi risiko sebagai
berikut.
a. Mengetahui Target
Audiens (Penerima Pesan)
b. Pemilihan Jenis Media
C. Melibatkan Keahlian
Tertentu di Bidang Komunikasi
d. Memanfaatkan Sumber Informasi
yang Kreadibel
e. Melakukan “Sharing”
Tanggung jawab
f. Membedakan Antara “Science”
dan “Value Judgement”, dan;
g. Menjamin Transparansi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar