Minggu, 13 November 2022

Part 7 : TAHAP PENILAIAN RISIKO

 Tahap Penilaian Risiko Bencana 

Penyusunan indikator di dalam penilaian risiko juga dibedakan berdasarkan jenis ancaman, perbedaan karakteristik geografis, sosial, dan budaya masyarakat dan tingkatan/jenjang sejak dari individu, keluarga, komunitas (lokal, nasional, dan internasional). 

Tahapan penilaian risiko terdiri dari tiga proses yaitu 1). penilaian ancaman, 2). penilaian kerentanan, dan 3). penilaian kapasitas 

1. Penilaian Ancaman

Penilaian ancaman bencana mempunyai macam cirinya masing-masing dengan menggunakan indeks ancaman bencana di setiap negara. Indeks disusun atas dasar dua komponen utama, yaitu kemungkinan terjadi sebuah ancaman (probability) dan besaran dampak yang pernah tercatat untuk bencana yang terjadi (magnitute). Indeks ini disusun atas dasar data dan catatan sejarah kejadian yang pernah terjadi di suatu daerah. Data yang diperoleh kemudian terbagi menjadi 3 kelas ancaman, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Penentuan suatu identifikasi risiko bencana melihat dari 5 jenis bencana tersebut. Dimana semua ancaman/bahaya di catat kemudian diperkirakan kemungkinan terjadinya dengan rincian demikian. 

a. 1 kemungkinan sangat kecil (hingga 20%)

b. 2 kemungkinan kecil (20-40% dalam 100 tahun)

c. 3 kemungkinan terjadi (40-60% terjadi tahun depan atau sekali dalam 100 tahun)

d. 4 kemungkinan besar (60-80% terjadi tahun depan atau sekali 10 tahun mendatang)

e. 5 pasti (hampir dipastikan 80-99%)

Sedangkan perkiraan dampaknya dilengkapi dengan mempertimbangkan faktor berikut.

a. Jumlah korban

b. Kerugian harta benda

c. Kerusakan prasarana dan sarana

d. Cangkupan luas wilayah yang terkena bencana

e. Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

2. Penilaian Kerentanan

Penilaian kerentanan memberikan dasar untuk menyusun program intervensi, pemantauan, dan evaluasi kemajuan program pengurangan risiko bencana (Twigg dkk., 2007). Menurut Bohie (Birkman, 2006) berpendapat bahwa kerentana dapat dilihat dari sisi Internal dan eksternal. Sisi Internal berkaitan dengan kemampuan untuk siap siaga, merespon , dan memulihkan dari bencana. Jika sisi Internalnya berhubungan kondisi eksposur dari tekanan luar dan kemampuan merespon individu atau masyarakat terhadap ancaman dari luar. 

Terdapat beberapa jenis penilaian kerentanan 

  • Kerentanan fisik 
Kerentanan fisik berkaitan dengan lingkungan seperti kawasan pemukiman, kawasan ekonomi, kawasan pertanian atau perkebunan, dan kawasan daya dukung lainnya. 
  • Kerentanan ekonomi 
Kerentanan ekonomi berkaitan dengan bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya dengan melakukan kegiatan ekonomi.
  • Kerentanan sosial
Kerentanan sosial merupakan kondisi, struktur, interaksi tatanan masyarakat yang mempengaruhi tingkat kerentanan terhadap ancaman bahaya. Pada dasarnya, kerentanan sosial merupakan aspek-aspek yang menyangkut kehidupan manusia baik jumlah, kondisi, maupun kemampuan dalam memahami suatu bencana.

3. Penilaian Kapasitas

Konsep penilaian kapasitas dalam diskusi manajemen bencana jarang dibahas secara khusus, mengingat konsep kapasitas sering diidentikkan sebagai lawan kerentanan. Kalau kerentanan adalah pendulum ketidakberdayaan, sedangkan kapasitas adalah pendulum keberdayaan yang dialami oleh indvidu dan komunitas baik dari aspek fisik, sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya.
 
Seperti halnya kerentanan, aspek kapasitas terdiri dari (i) Kapasitas fisik, yaitu kemampuan untuk memperoleh barang atau benda yang dibutuhkan untuk mencegah, mempersiapkan, mengatasi, dan memperbaiki kondisi apabila terjadi bencana. (ii) Kapasitas sosial, yaitu terdapat tenaga Yang terorganisasi untuk dapat mencegah, mempersiapkan, mengatasi,- dan memperbaiki kembali daerah yang terkena bencana. (iii) Kapasitas kelembagaan adalah kemampuan kolektif masyarakat dalam bentuk ikatan formal maupun nonformal dalam suatu sistem yang terorganisasi dalam pengambilan keputusan pada sebuah pencegahan, tindakan, dan perbaikan bila terjadi bencana. (iv) Kapasitas ekonomi adalah kemampuan masyarakat untuk menggunakan dan memanfaatkan sumber daya ekonominya untuk mencegah, mempersiapkan, mengatasi, dan memperbaiki perekonomian masyarakat dari bencana. Penilaian kapasitas dapat berlaku untuk individu, komunitas, mayarakat, institusi, daerah, nasional, dan internasional. Salah satu contoh penilaian kapasitas adalah Indeks Kapasitas Daerah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar