Tahap Penilaian Risiko Bencana
Penyusunan indikator di dalam penilaian risiko juga dibedakan berdasarkan jenis ancaman, perbedaan karakteristik geografis, sosial, dan budaya masyarakat dan tingkatan/jenjang sejak dari individu, keluarga, komunitas (lokal, nasional, dan internasional).
Tahapan penilaian risiko terdiri dari tiga proses yaitu 1). penilaian ancaman, 2). penilaian kerentanan, dan 3). penilaian kapasitas
1. Penilaian Ancaman
Penilaian ancaman bencana mempunyai macam cirinya masing-masing dengan menggunakan indeks ancaman bencana di setiap negara. Indeks disusun atas dasar dua komponen utama, yaitu kemungkinan terjadi sebuah ancaman (probability) dan besaran dampak yang pernah tercatat untuk bencana yang terjadi (magnitute). Indeks ini disusun atas dasar data dan catatan sejarah kejadian yang pernah terjadi di suatu daerah. Data yang diperoleh kemudian terbagi menjadi 3 kelas ancaman, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.
Penentuan suatu identifikasi risiko bencana melihat dari 5 jenis bencana tersebut. Dimana semua ancaman/bahaya di catat kemudian diperkirakan kemungkinan terjadinya dengan rincian demikian.
a. 1 kemungkinan sangat kecil (hingga 20%)
b. 2 kemungkinan kecil (20-40% dalam 100 tahun)
c. 3 kemungkinan terjadi (40-60% terjadi tahun depan atau sekali dalam 100 tahun)
d. 4 kemungkinan besar (60-80% terjadi tahun depan atau sekali 10 tahun mendatang)
e. 5 pasti (hampir dipastikan 80-99%)
Sedangkan perkiraan dampaknya dilengkapi dengan mempertimbangkan faktor berikut.
a. Jumlah korban
b. Kerugian harta benda
c. Kerusakan prasarana dan sarana
d. Cangkupan luas wilayah yang terkena bencana
e. Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.
2. Penilaian Kerentanan
Penilaian kerentanan memberikan dasar untuk menyusun program intervensi, pemantauan, dan evaluasi kemajuan program pengurangan risiko bencana (Twigg dkk., 2007). Menurut Bohie (Birkman, 2006) berpendapat bahwa kerentana dapat dilihat dari sisi Internal dan eksternal. Sisi Internal berkaitan dengan kemampuan untuk siap siaga, merespon , dan memulihkan dari bencana. Jika sisi Internalnya berhubungan kondisi eksposur dari tekanan luar dan kemampuan merespon individu atau masyarakat terhadap ancaman dari luar.
Terdapat beberapa jenis penilaian kerentanan
- Kerentanan fisik
- Kerentanan ekonomi
- Kerentanan sosial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar